35 Kecamatan di Pandeglang Bakal Diguyur Dana Insentif

  • Whatsapp
Dana insentif daerah
Ilustrasi - Dana insentif daerah.

PANDEGLANG, REDAKSI23.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, mendapatkan kucuran Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp30,5 miliar dari pemerintah pusat. Bantuan dana itu didapat karena Pemkab Pandeglang meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat kali berturut-turut dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang, Fery Hasanudin mengatakan, dana dari pemerintah pusat itu nantinya dikhususkan untuk penanggulangan covid-19 di 35 kecamatan di Pandeglang.

Bacaan Lainnya

“Jadi pos-posnya sudah ditentukan. Bisa saja jika dipandang perlu dan tidak bertentangan dengan aturan dimasukan dalam kegiatan yang lain. Yang penting selama itu untuk menanggulangi covid-19,” ungkapnya, Jumat (18/9/2020).

Menurut Sekda, selain untuk kecamatan, DID juga telah disebar ke sejumlah Organisasi Prangkat Daerah (OPD) teknis. Diantaranya, Dinkes, Dinsos, RSUD Berkah Pandeglang, dan BPBD. Dana di sejumlah OPD itu. juga untuk menangani covid-19.

“Anggarannya sudah masuk APBD 2020,” katanya.

BACA JUGA: Pegawainya Meninggal Diduga Covid-19, Kantor DPMPD Pandeglang Ditutup

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, DID sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Pemkab Pandeglang. “Kami bersyukur mendapatkan batnuan dana Rp30,5 miliar ditengah covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan DID dari Pemerintah Pusat tidak mudah. Pemerintah daerah harus benar-benar kerja keras dalam menjalankan roda pemerintahannya. Ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi Pemda jika ingin mendapatkan DID tersebut. Diantaranya meraih opini WTP berturut-turut,” tuturnya.

Bukan hanya itu, lanjut Irna, poin lainnya yang harus dipenuhi dalam mendpatkan DID yakni penetapan APBD tepat waktu. Karena dengan penetapan APBD tepat waktu menjadi rujukan pemerintah pusat dalam menilai kinerja pemerintah daerah.

Belum lagi, lanjut Irna, e-government atau pemerintah berbasis elektronik yang meliputi e-budgeting atau penyusunan anggaran secara elektronik dan e-procurement atau pengadaan barang dan jasa secara elektronik.

“Pandeglang dinilai mampu menerapkan transparansi dan efesiensi dalam mengelola keuangan daerah. Makanya diberi DID, karena dianggap mampu memenuhi syarat itu,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar

  1. Haya orang² yg deket dengan dengan para pejabat yg mendapat dana tersebut,sedangkan rakyat biasa,harus menangis,memohon demi mendapat bantuan dana COVID 19