3.000 Personil Gabungan Siap Amankan Pilkades Serentak di Kabupaten Tangerang

  • Whatsapp

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Tepat pada tanggal 1 Desember 2019 mendatang, 92 desa dari 19 Kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak.

Guna mengantisipasi potensi kerawanan pada pesta demokrasi tersebut, Senin (16/9/2019) sore, jajaran Kepolisian dari Polres Kota Tangerang bersama TNI dan unsur pemerintah daerah menggelar apel pasukan Kalimaya Gemilang Pengamanan Pilkades Kabupaten Tangerang 2019 di halaman Gedung Serba Guna (GSG), Puspemkab Tangerang,Senin, (16/9/2019).

Bacaan Lainnya

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang, AKBP Komarudin mengatakan,  92 desa yang harus diamankan bukanlah sedikit. Karenanya, kata dia,  diperlukan ribuan pasukan untuk melakukan pengamanan kontestasi politik tingkat desa itu.

BACA JUGA :

Permudah Akses Donor PMI Kabupaten Tangerang Launching Aplikasi Si Doni

Warga Luar Kabupaten Serang Boleh Daftar Balon Kades

Kemungkinan besar, tambahnya petugas keamanan yang akan diterjunkan pada pesta demokrasi tingkat desa itu sebanyak 3.000 personel gabungan dari Polri, TNI dan unsur pemerintah daerah.  ‘Jumlah pasukan yang harus diturunkan minimal 3.000 personil,,” kata Komarudin saat memimpin apel.

Ia juga menyampaikan, potensi kerawanan konflik pada Pilkades umumnya lebih hebat daripada kontes politik pada level yang lebih tinggi. Hal itu terjadi, kata dia, karena perbedaan dukungan politik berinteraksi setiap hari. Mengingat keberadaan mereka masih satu lingkup di desa tersebut.

Oleh karenanya,  ia meminta kepada pasukan pengamanan agar mempelajari wilayah tugas masing-masing. Dengan cara memetakan potensi konflik agar tidak pecah di  setiap tahapan Pilkades. “Saya ingatkan agar aparat pemerintah atau aparat negara menjunjung tinggi netralitas. Supaya Pilkades berlangsung aman, lancar, jujur, dan adil,” ucapnya

Meski demikian, Komarudin belum bisa menyebut secara rinci, daerah mana saja yang masuk ke dalam zona merah atau daerah yang cukup tinggi berpotensi rawan konflik dalam pelaksanaan pilkades teraebut.  Namun begitu ia mengajak kepada seluruh unsur dan lapisan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan pada tahapan-tahapan pelaksanaan pilkades 2019.

“Saat ini baru masuk tahapan pendaftaran, kita belum bisa menyebut wilayah mana saja yang dikatakan rawan. Tapi kita himbau seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan,” tandasnya. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.