Asal Usul Ayam Wareng Jadi Ikon Kabupaten Tangerang Belum Jelas

  • Whatsapp

Asal Usul Ayam Wareng Jadi Ikon Kabupaten Tangerang Belum Jelas

REDAKSI24.COM —  Sejak dimunculkan sebagai ikon Kabupaten Tangerang tahun 2015, hingga kini asal-usul keterkaitan ayam Wareng dengan filosofi budaya Kabupaten Tangerang belum jelas.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Disporabudapar Kabupaten Tangerang, Ahmad Syafei menuturkan, sampai saat ini pihaknya mengaku masih ‘miskin informasi’ terkait filosofi budaya kenapa ayam wareng bisa dijadikan sebagai ikon Kabupaten Tangerang. Selain itu, ia juga belum menemukan secara pasti pembendaharaan sastra dari kata ‘Wareng’ itu sendiri.

“Secara filosofi memang belum ada yang mengangkat keterkaitan ayam wareng ini dengan budaya Tangerang dan boleh dibilang kami juga masih cukup miskin terkait informasi ini,” ungkapnya kepada Redaksi24.com, Rabu (7/8/2019).

Ia juga menerangkan, sebelum dimunculkan sebagai ikon Kabupaten Tangerang, ia pernah mendengar informasi katanya ayam wareng yang memang mirip dengan ayam cemani ini ada di wilayah Kabupaten Tangerang. “Tapi memang hingga saat ini mitos tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya,” katanya.

BACA JUGA:

. Kwarcab Tangerang Gelar Lomba Futsal & Catur Tingkat Penggalang

. Perpustakaan Desa Mekar Baru Melaju ke Tingkat Nasional

. Bupati Tangerang Kerahkan Petugas Keswan Qurban

Diungkapkannya juga, pencetus ayam wareng sebagai ikon Kabupaten Tangerang yakni, Syaefullah, Kadisporabudpar saat itu yang kini menjabat sebagai Kadis Pendidikan Kabupaten Tangerang sempat dilema perihal bukti fisik tentang ayam Wareng itu sendiri.

“Termasuk kadis sebelumnya juga sempat dilema ketika kita sudah mengangkat ayam wareng tapi fisik dan budi daya ayamnya sendiri belum ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski belum diagendakan tetapi pihaknya dalam hal ini Disporabudpar Kabupaten Tangerang akan menelusuri asal-usul ayam Wareng termasuk keterkaitan budaya dengan Kabupaten Tangerang.

“Saya rasa ini akan menjadi PR besar buat kami dan pemerintah daerah juga agar lebih memperhatikan budaya dan pariwisatanya,” tandasnya (Ricky/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.