24 WNA asal China Digrebek Polda Metro Jaya Atas Kasus Penipuan Telekonferensi

oleh -

REDAKSI24.COM – Jakarta, Petugas Kepolisian Polda Metro Jaya membekuk 24 WNA asal China di sebuah rumah mewah kawasan Slipi, Jakarta Barat, Senin (25/11). Para pelaku damankan karena diduga merupakan pelaku penipuan telekonferensi antar negara.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, para WNA China itu mengandalkan koneksi Indonesia sebagai sarana aksi kejahatannya.

“Jadi, ini kasus tentang telecommunication fraud, yaitu penipuan dengan menggunakan media telekomunikasi atau telepon di mana para pelakunya warga negara asing,” ujarnya di lokasi kejadian.

BACA JUGA:

Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Panggil Kepala MTs Pembangunan

Para pelaku, kata Yusri, sengaja memilih negara Indonesia –khususnya di Jakarta– karena dianggap mudah mendapatkan koneksi jaringan disamping banyak juga warga negara China yang tinggal di kawasan Jakarta Barat. Hal tersebut dinilai para pelaku tidak akan menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

WNA China
Kasus Penipuan Telekonferensi, WNA asal Cina digrebek Polda Metro Jaya

Hasil pantauan Redaksi 24.com di lokasi, polisi menggerebek saat salah satu penghuni rumah hendak keluar. Saat diketahui rumah telah dikepung, para pelaku melarikan diri ke lantai dua rumah tersebut.

“Rata-rata ini warga negara dari Cina atau Tiongkok, begitupun korbannya juga sama. Korbannya warga negara asing dari China sana,” ungkap Yusri.

Penipuan tersebut, lanjut Yusri, sudah diintai oleh petugas kepolisian selama 3 bulan terakhir. Kemudian, hari ini tanggal 25 November 2019 polisi melakukan penggerebekan.

BACA JUGA:

Dirtlantas Polda Metro: Pengguna Skuter Listrik Yang Langgar Aturan Ditilang

“Jaringan ini kerap menipu korbannya dengan cara seolah-olah dapat membantu korban yang sedang mengalami masalah. Diantaranya mengurus permasalahannya hingga mengurus administrasi pajak korban,” ujarnya.

Yusri menjelaskan, modus para pelaku adalah dengan cara menawarkan dan membantu korban dengan syarat mengirimkan uang ke pelaku. Saat ini petugas kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut. “Ini masih kita dalami, kita dalami bagaimana sistem sebenarnya. Nanti kita sampaikan,” jelasnya

Ketua RT setempat, Bambang Agus (54) mengaku kaget saat mengetahui penggerebekan tersebut, dirinya menyatakan tidak pernah mengetahui soal adanya aktivitas di dalam rumah tersebut.

“Jadi dari pertama ini kita tidak tahu ada kehidupan di rumah itu, tapi saya dapat informasi suka ada yang masukin barang-barang dagangan apa itu saya nggak tahu,” katanya kepada wartawan.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Kombes Pol Iwan Kurniawan Jaya mengatakan, tindak pidana yang sama juga ditemukan polisi di beberapa titik, khususnya Jakarta.

“Dari hasil penelitian kami, kita tentukan ada sekitar 7 lokasi yang diduga kuat berada para tersangka,” ungkapnya kepada wartawan.

“Jadi 7 titik lokasi ini, di Jakarta ada 5, di Tangerang ada 1, dan ada pengembangan di Jawa timur di daerah Malang ini ada 2. Dan saat ini kami masih melakukan pengembangan dari hasil pemeriksaan penggeledahan dari setiap lokasi seluruhnya,” imbuhnya.

Iwan menyebut saat ini ada 66 warga negara China yang telah diamankan dari sejumlah titik tersebut. Sembari melakukan penyelidikan, pihaknya akan terus melakukan pendalaman terhadap kasus yang sama.

Sementara itu, Yusri menyebut para pelaku menawarkan bantuan kepada korban dengan syarat mengirim uang ke para pelaku. Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki dan mendalami kasus tersebut.

“Ini masih kita dalami, kita dalami bagaimana sistem sebenarnya. Nanti kita sampaikan,” tutup Yusri. (Alfin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *