22 Petugas Pilkada Pandeglang yang Reaktif  Covid-19 Sementara Dibebastugaskan

  • Whatsapp
Pilkada Pandeglang 2020
Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai dan Bupati Pandeglang, Irna Narulita usai menggelar Rakor terkait hasil rapid test petugas Pilkada.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 22 penyelenggara Pilkada Pandeglang yang reaktif covid-19 setelah menjalani rapid test massal beberapa waktu lalu, kini tengah menjalani isolasi mandiri. Untuk penanganannya, kini menjadi tanggung jawab Pemkab Pandeglang.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, pihaknya akan menangani secara serius 22 petugas Pilkada yang reaktif covid-19 tersebut. Salah satunya, kata Irna, Pemkab Pandeglang akan menyokong kebutuhan pokok ke 22 petugas Pilkada itu selama menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Bacaan Lainnya

“Selama mereka menjalani isolasi mandiri, kami akan penuhi kebutuhannya melalui bantuan sembako, pemberian vitamin serta kebutuhan lainnya, sehingga mereka kembali sehat dan bisa melaksanakan aktivitas lagi,” ungkap Irna usai rapat koordinasi dengan KPU Pandeglang, di Gedung Pendopo, Jumat (3/7/2020).

BACA JUGA: Hasil Rapid Test, 22 Petugas Pilkada Pandeglang Reaktif Covid-19

Irna juga menginginkan ke 22 penyelenggara pemilu tersebut mengikuti tes swab untuk memastikan positif atau tidak covid-19. Irna berharap mereka tidak ada yang positif covid-19 setelah menjalani tes swab.

“Kami bersama KPU berbagi tugas, kami tangani yang menjadi domain kami. Seperti penanganan lebih lanjut terhadap ke 22 petugas reaktif itu,” katanya.

Menurutnya, jika diantara ke 22 penyelenggara Pemilu ada yang positif, kemungkinan besar selama dua bulan tidak bisa melakukan aktivitas sampai benar-benar sembuh total. Pihaknya menyarankan ada petugas cadangan untuk menggantikan sementara tugas mereka.

“Intinya berbagi tugas dalam menanggulangi 22 penyelenggara pemilu yang reaktif itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Jelang Tahapan Pilkada, Penyelenggara Pemilu di Pandeglang Jalani Rapid Test

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, ke 22 petugas penyelenggaran Pemilu yang hasil rapid testnya, sementara dibebastugaskan terlebih dulu.

“Tapi bukan berarti diberhentikan atau diganti orang lain. Yang jelas mereka harus mengikuti protokol kesehatan,” tuturnya.

Lanjut Sujai, jika nanti Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 menyatakan hasil tes swab negatif, ke 22 petugas Pilkada itu akan ditugaskan kembali. “Kalau diganti tidak ada dalam aturannya. Hanya sementara waktu dibebastugaskan, karena mereka harus menjalani isolasi mandiri,” jelasnya.

Saat ditanya apakah kejadian ini akan menghambat tahapan Pilkada Pandeglang, Sujai mengaku belum bisa memastikan. Pihaknya masih melihat lokasi tugas para penyelenggara pemilu yang reaktif rapid test itu.

“Yang 22 reaktif rapid test itu tersebar di 15 kecamatan. Saya rasa tidak akan menghambat pelaksanaan Pilkada, tidak menghambat pada pelaksanaan Verfak (verifikasi faktual),” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.