21 Tahun Menghilang, Turini, TKI Asal Cirebon Akhirnya Pulang Ke Indonesia

oleh -
PULANG KE TANAH AIR : Turini TKI asal Cirebon saat berada di dalam pesawat untuk pulang ke Indonesia. Foto : Dok KBRI Arab Saudi

REDAKSI24.COM—Turini Fatimah binti Mashari Tarsina, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cirebon  yang hilang dan overstay selama 21 tahun di Arab Saudi, akhirnya bisa pulang ke  Indonesia., Senin (22/7/2019) sekitar pukul 3.00 WIB. Kepulangan Turini langsung disambut tangis bahagia keluarga yang telah menunggu di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Turini langsung dibawa pulang keluarga ke kampung halamannya di Cirebon.

Seperti diketahui Turini, berangkat ke Arab Saudi sejak 24 Oktober 1998 untuk bekerja di keluarga Aun Niyaf Aun Alotaibi. Namun setelah itu pihak keluarga tak lagi mendapatkan kabar mengenai Turini.

Laporan mengenai Turini mulai muncul sejak pertengahan tahun 2013. Namun karena data-data yang minim menyulitkan KBRI Riyadh melakukan pencarian.

Keberadaan Turini mulai diketahui  setelah yang bersangkutan berhasil mengirimkan sinyal keberadaannya di Arab Saudi pada Maret 2019 kepada anaknya. Mengetahui keberadaan Turini tersebut, dengan bantuan Kantor Polisi Dawadmi, pada 2 April 2019, Tim KBRI Riyadh dapat bertemu dengan Turini dan bernegosiasi langsung dengan Feihan Mamduh Al-Otaibi di rumah majikan, di Kampung di pedalaman Arab Saudi atau sekitar 387 Kilometer dari Riyadh.

“KBRI saat itu menerima informasi dari anak Turini di Indonesia bahwa ibunya baru saja menghubunginya melalui nomor telepon WN Filipina” demikian disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel

Akhirnya didampingi staff KBRI Muhammad al-Qarni, Turini dipulangkan ke Indonesia bersama dengan delapan WNI kurang beruntung yang sudah menyelesaikan proses izin keluar di Imigrasi Saudi. Mereka diberangkatkan dari RUHAMA (Rumah Harapan Mandiri) KBRI Riyadh.

 “KBRI Riyadh lebih memilih idiom ‘WNI belum beruntung’ daripada label ‘WNI Bermasalah’ dengan alasan kemanusiaan,” ujar Agus.

Acara perpisahan di RUHAMA KBRI Riyadh berlangsung haru. Pasalnya menurut Agus di RUHAMA yang merupakan tempat menampung para WNI yang sedang menghadapi permasalahan ketenagakerjaan dan juga permasalahan hukum di Arab Saudi sebelum dipulangkan oleh KBRI ke Indonesia ini, masih banyak TKI yang tinggal.

 “Saat ini rumah singgah KBRI Riyadh dihuni oleh 170 WNI yang menghadapi berbagai masalah di Arab Saudi. Mayoritas mereka adalah disebabkan masuk ke Arab Saudi dengan visa kunjungan yang sebenarnya tidak diperuntukkan untuk bekerja,” jelas Agus.

Terkait dengan denda overstay para WNI yang belum beruntung ini, KBRI Riyadh berusaha melakukan komunikasi dengan Kerajaan Arab Saudi untuk membebankan ke para majikan. Pada sisi lain Saudi juga membantu lewat Kantor Dinas Sosial Pemerintah Saudi Arabia. Termasuk dengan gaji yang belum diterima Turini selama 21 tahun.

“Namun dengan pendekatan ala santri, taqdimul adab (mengedepankan pendekatan sosial antropologis), alhamdulillah majikan luluh hatinya dan bersedia membayarkan hak-hak gaji Turini sebesar 150.000 riyal atau setara Rp 550 juta,” ucap Agus.

Sementara itu Diah Ardika Sari putri  bungsu Turini mengaku sangat bahagia bisa kembali berkumpul dengan ibunya, Bahkan sejak dipertemukan di Bandara Soetta, Diah tak berhenti menangis dang terus memeluk ibunya.

“Saya senang bisa bertemu ibu kembali, karena saya sudah ditinggal pergi ibu sejak masih berusia 6 tahun,” jelas Diah.

Diah mengaku dirinya dan keluarga hampir kehilangan harapan untuk bisa kembali bertemu dengan ibunya. Karena berbagai usaha yang dilakukan untuk bisa mengetahui keberadaan Turini tidak kunjung menemukan hasil.

“Kami telah melakukan berbagai upaya termasuk laporan ke BNP2TKI serta melalui media,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diah juga berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kepulangan ibunya khususnya kepada KBRI Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu sehingga kami bisa kembali lagi berkumpul bersama ibu,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *