2020, Personel Pengawasan Truk di Tangsel Bakal Ditambah

  • Whatsapp
wakil wali kota tangsel benyamin davnie
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.

TANGERANG SELATAN,REDAKSI24.COM—Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan pemerintah Kota Tangsel akan menambah jumlah petugas di Dinas Perhubungan untuk mengawasi truk-truk bermuatan besar yang melintas di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan yang melibatkan truk bertonase besar tersebut dengan pengguna jalan lainnya.

“Saat ini personil yang bertugas mengawasi truk tersebut berjumlah 260 anggota pengendali operasional (Dalops) dan motor tril ada 50. Namun jika perlu ditambah  ya di tambah,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ben ini, di Pemkot Tangerang Selatan, Jumat (18/10/2019) kemarin.

Bacaan Lainnya

Namun  begitu lanjut Bang Ben, terkait penganggaran, tentunya penambahan personel ini tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Pihaknya harus menghitung besaran gaji yang harus disiapkan.

“Kami akan dorong di tahun anggaran 2020, untuk penambahan personel Dalops,” ujar Bang Ben.

BACA JUGA :

Pemkot Tangsel Bakal Kaji Perwal Tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang

Untuk sementara, Ben Ben mengatakan pihaknya akan lebih mengoptimalkan personel Dishub yang ada.  Di titik-titik krusial akan dilakukan penambahan dengan jalan menggeser personel di titik lain.

“Misalnya tekanan ada di Pondok Aren, Dalops dari Kecamatan Setu bisa di geser untuk penebalan wilayah tersebut,”jelasnya.

Bang Ben juga mengaku saat ini Pemkot Tangsel juga sedang melakukan revisi terkait Peraturan Wali Kota Kota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangerang Selatan. Revisi dilakukan setelah Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Tangerang dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melayangkan somasi ke Pemkot Tangsel pascatewasnya Niswatul Umma, setelah ditabrak truk tanah di Jalan Graha Bintaro, Tangsel.

Dalam somasinya, pihak mahasiswa meminta Pemkot mengkaji Perwal Nomor 3 tahun 2012 tentang jam operasional truk bertonase besar.(Hms/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.