2 Tahun Tinggal di Emperan Rumah Tetangga, Keluarga Tuna Daksa Pandeglang Dibuatkan Rumah Layak

  • Whatsapp
tuna daksa pandeglang
Warga bergotong royong membangun rumah Wawan bantuan dari GPII Banten.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Wawan (37), seorang tuna daksa warga asal Kampung Baitulmu’min, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, selama dua tahun tinggal di emperan rumah warga. Hal itu dilakukan Wawan karena ketidakmampuannya untuk membangun rumah layak huni lantaran kondisi fisiknya yang lemah.

Dengan pekerjaan serabutan, Wawan bersama keluarganya hidup dengan serba keterbatasan, tinggal di emperan rumah Asdik, tetangganya selama kurun waktu dua tahun. Emperan rumah warga yang menjadi tempat tinggal Wawan berukuran 1,5 x 2 meter.

Bacaan Lainnya

Di situlah Wawan bersama istri dan tiga orang anaknya berteduh dari panas dan hujan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari, Wawan bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Namun kini, Wawan dan keluarganya boleh sedikit lega. Warga bergotong royong membangunkan rumah layak huni untuknya. Pembangunan rumah bagi keluarga Wawan didapat dari hasil donasi Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Banten.

“Saya ucapkan terimakasih kepada GPII yang sudah membantu. Semoga segala niat baik yang diberikan mendapatkan imbalan dari Allah SWT,” ungkap Wawan, Senin (27/7/2020).

BACA JUGA: Dampak Covid-19, Ratusan Rumah Warga Miskin Pandeglang Batal Direhab

Seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cimoyan, Budi membenarkan sudah dua tahun lebih Wawan tinggal di emperan rumah tetangganya. Karena Asdik, tetangganya memberikan tempat untuk Wawan bersama keluarganya.

“Penghasilan Wawan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Fisiknya yang lemah tidak bisa bekerja yang berat, sehingga dia tidak mampu membangun rumah,” katanya.

Sekarang, lanjut Budi, warga sedang bergotong royong membangun rumah agar Wawan bisa punya tempat tinggal layak. Adapun lahan yang digunakan untuk membangun rumah Wawan, menurut Budi, milik seorang warga yang dihibahkan kepada keluarga miskin tersebut.

“Lahannya hibah dari warga, sekarang warga sedang membangun rumah Wawan, bantuan dari GPII Banten,” ujarnya.

Sementara, Iin Muhlisin, Fourmateur Terpilih PW GPII Provinsi Banten mengatakan, semua warga berhak mendapatkan kehidupan yang layak, termasuk Wawan dan keluarganya, yang selama ini tinggal di emperan rumah warga.

“Kami prihatin dengan nasib warga tunadaksa ini yang bertahun-tahun tinggal di emperan rumah warga. Kami ingin membantu keluarga Wawan agar bisa memiliki tempat tinggal yang layak,” tuturnya.

Menurut dia, masyarakat tidak mesti harus menyalahkan pihak manapun atas kondisi kehidupan yang dialami keluarga Wawan. Namun bagaimana agar keluarga tuna wisma tersebut bisa memiliki kehidupan layak, dan tidak lagi tinggal di emperan rumah warga.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.