2.500 Rumah Warga di Lereng Gunung Wilis Tidak Dialiri Listrik Akibat Longsor

oleh -
Ilustasi: Aliran listri di lereng Gunung Wilis padam akibat longsor-(ist)

TULUNGAGUNG, JATIM, REDAKSI24.COM- Dampak bencana alam banjir dan longsor, sekira 2500 rumah warga di lereng Gunung Wilis Kecamatan Pagerwojo dan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur tidak teraliri listrik pada Rabu (16/6/2021) malam hingga Kamis (17/6/2021).

“Kerusakan saat ini sedang diperbaiki. Namun ada beberapa yang kami kesulitan karena akses jalan yang masih terputus,” kata Manajerial Unit Layanan Pelanggan PLN Rayon Tulungagung Timbar Imam Priadi di Tulungagung, Kamis (17/6/2021).

Dampak terparah dialami warga Pagerwojo, di mana ada 2000 lebih hunian yang mengalami padam total akibat ambruknya beberapa tiang listrik tegangan tinggi di wilayah tersebut.

Kondisi yang sama dialami lebih dari 500 keluarga di Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo yang mengalami pemadaman total akibat trafo di gardu induk meledak, karena diduga arus pendek pada kabel saluran tegangan tinggi yang tertimpa pohon.

BACA JUGA: Ponpes An-Nidhomiyah Pamekasan Dilanda Longsor, Lima Santri Meninggal, Dua Luka-Luka

“Di daerah ini perbaikan masih terkendala akses jalan dan jembatan yang rusak, sehingga petugas tidak bisa membawa tiang pengganti ke sana,” kata Imam.

Di Desa Penjor yang ada di ujung wilayah Sendang dan berbatasan langsung dengan hutan lereng kaki Gunung Wilis ini, ada tiga tiang listrik yang roboh dan patah.

Untuk sementara, pihaknya melakukan inventarisasi kerusakan dan apa saja yang dibutuhkan sembari menunggu akses ke lokasi terbuka kembali.

Pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari. Kendati saat ini tim teknik PLN terus melakukan upaya penanganan dan perbaikan, suplai listrik ke daerah-daerah pelosok di Kecamatan Sendang baru akan kembali normal setelah akses jalan bisa dilalui kendaraan.

“Kami utamakan yang Pagerwojo dulu karena banyak pelanggan,” katanya.

BACA JUGA: Kali Brantas Meluap, Empat Desa di Gresik Jatim Tergenang

BPBD Tulungagung mencatat sedikitnya ada sembilan titik longsor teridentifikasi. Empat titik di wilayah Kecamatan Sendang dan lima titik di Kecamatan Pagerwojo. Dua kecamatan ini bersebelahan dan sama-sama berada di kaki lereng Gunung Wilis.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, sejumlah rumah warga dilaporkan rusak akibat longsor. Selain itu, 270 KK di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang juga terisolasi karena rusaknya akses jalan utama menuju desa pegunungan itu.

“(Rencana, red.) kami akan datangkan alat berat untuk mempercepat pemulihan akses jalan, jembatan serta jaringan listrik di desa-desa yang terdampak,” kata Bupati Tulungagung Maryoto Birowo. (Destyan/Ant/Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.