19 Orang Yang Kontak Dengan Pasien Positif Covid-19 di Cihara Diisolasi

  • Whatsapp
Pasien Positif Covid-19 di Cihara Diisolasi
Ilustrasi Swab test Covid-19.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak melakukan tracking terhadap S (39), seorang Petani di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Selain itu 12 warga di Kecamatan Cihara, dan 7 tenaga medis di RS Malimping, Lebak yang telah kontak dengan pasien S menjalani Swab Test.

Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiono mengatakan, swab test dilakukan menyusul adanya warga yang reaktif hasil Rapid test oleh pihak Puskesmas.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya kami melakukan Rapid test terhadap 3 orang, dua orang yang merupakan istri dan anak pasien non reaktif, namun satunya lagi reaktif. Jadi ini tindak lanjut dari Rapid test tersebut,” kata Triatno ketika dihubungi Redaksi24.com melalui telepon selulernya, Jum’at (22/5/2020).

Selanjutnya, ke 19 orang tersebut akan menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, dan tidak diperkenankan untuk keluar rumah sampai hasil swab test keluar. “Tidak boleh keluar rumah, isolasi hingga swab test keluar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, S sendiri merupakan salah satu ketua RT pada daerah tersebut. S diketahui sebelumnya telah melakukan pendataan pada para pemudik yang masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) yang datang ke wilayahnya.

“Kita duga S terinfeksi setelah melakukan kontak dengan pemudik tersebut,” katanya.

Lebih jauh, ia mengatakan, dengan positif nya S, saat ini Kabupaten Lebak telah kehilangan peridikat satu-satunya daerah zona hijau penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten, dan bergeser ke zona hijau. Ketika disinggung soal peningkatan status menjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ia mengatakan, Lebak belum dapat melakukan hal tersebut.

“Untuk skala Kabupaten, Lebak saat ini menjadi zona Kuning, namun untuk skala Lebak, Cihara saat ini masuk kategori zona merah. Untuk PSBB sendiri ada kiterianya, saya kira kita tidak akan mendapatkan restu untuk melakukan PSBB, karena hanya ada 1 kasus positif,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.