19 Desa di Pandeglang Jadi Lokus Kawasan Pedesaan

  • Whatsapp
Sekda Pandeglang, Fery Hasanudin, saat sambutan dalam Rakor pembahasan lokus pembangunan kawasan pedesaan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 19 desa di Kecamatan Mandalawangi dan Kecamatan Sumur menjadi lokasi khusus (lokus) pembangunan kawasan pedesaan di Kabupaten Pandeglang,  Banten.  Desa-desa itu diantaranya, 15 desa di Kecamatan Mandalawangi dan 4 desa di Kecamatan Sumur.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMPD) Pandeglang, Samsam Setia Mulya mengatakan, berdasarkan hasil Musyawarah Antar Desa (MAD) dan hasil dari inisiasi WWF serta Stakeholder terkait, terdapat 19 desa dijadikan lokus pembangunan berbasis pedesaan.

Bacaan Lainnya

“Di Cimanggu ada 4 desa dan di Mandalawangi ada 15 desa. Adapun kategori bagi desa yang menjadi lokus pembangunan kawasan perdesaan yaitu memiliki potensi komoditas unggulan di berbagai sektor, memperhatikan kearifan lokal serta eksistensi masyarakat,” ungkap Sasmita pada Rakor di Aula Kantor DPMPD Pandeglang, Kamis (3/10/2019).

BACA JUGA:

. Desa Cigandeng Pandeglang Bangun Embung Raksasa

. Linmas Desa Banjarnegara Pandeglang Dibekali HT

. Pengamat Sebut Ada Pemborosan APBD Pandeglang

Menurut dia, penentuan 19 desa yang menjadi lokus pembangunan kawasan pedesaan saat ini masih dalam pembahasan. Jika usulan tersebut disetujui, menurutnya, selanjutnya akan di tetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Masih kami bahas soal itu, nanti jika sudah disetujui akan langsung di-SK-kan,” katanya.

Sementara Camat Mandalawangi, Entus Bakti mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah antar desa, semua desa mengusulkan program ini. Karena kecamatannya memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertanian dan pariwisata.

“Kami ingin mendorong pembangunan kawasan perdesaan, hal ini merupakan upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa yang mandiri dan unggul,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Pery Hasanudin mengatakan, pembangunan kawasan perdesaan sebagai upaya dalam pemerataan pembangunan, penguatan desa dan pemberdayaan masyarakat.

“Prinsip pembangunan kawasan perdesaan yang harus di perhatikan adalah partisipasi masyarakat, keterpaduan, akuntabilitas, transparansi serta pembangunan yang berkesinambungan.  Bila semua unsur itu terpenuhi, akan terwujud pembangunan yang berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.