17 Warga Pamulang Tertipu Bisnis Timun Suri Bodong Hingga Rp2 M Lapor Polisi

  • Whatsapp
Ika, salah satu korban penipuan investasi bisnis bodong.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Sebanyak 17 warga di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten menjadi korban penipuan investasi. Keinginan mereka untuk meraih untung, justru malah buntung  lantaran oknum yang mengajak kerjasama berinvestasi melarikan diri.

Salah satu korban investasi bodong, Ika mengatakan, penipuan itu terjadi berawal ketika pelaku, Lia Gustiana Wulandari menawarkan sebuah  rumah kontrakan yang akan digadai di wilayah Pondok Aren. 

Bacaan Lainnya

Kemudian mereka janjian untuk bertemu di rumah  pelaku yang tidak jauh dari rumah kontrakan yang akan digadaikan. “Dari pertemuan itu, kita setuju bahwa dana gadai awal Rp75 juta dengan pembayaran tempo selama satu bulan. Besoknya pelaku kasih surat tanah kontrakan tersebut ke saya sebagai jaminan,” kata Ika.

Belum genap satu bulan, pelaku kembali menawarkan bisnis timun suri dan Ika diajak untuk menanamkan modalnya sebesar Rp10 juta dengan janji bagi hasil keuntungan 40 persen.

BACA JUGA: Warga Resah, Ada Pria Misterius Minta Ginjal ke Anak SD di Tangerang Selatan

“Uang modal itu saya kasih awal bulan puasa lalu, dan pelaku berjanji akan mengembalikannya seminggu habis lebaran plus dengan hasil keuntungannya, jadi Rp14 juta,” tuturnya.

Tak lama berselang, Ika diajak kembali oleh pelaku untuk berinvestasi di bidang usaha konveksi atau jual beli bahan kain Rp50 juta di pelabuhan Tanjung Priuk untuk dipasarkan  di Pasar Cipadu. Dengan iming-iming keuntungan Rp10 juta, Ika kembali menanamkan modalnya.

Tidak berhenti di situ, pelaku kembali menawarkan gadai kontrakan Rp100 juta, karena pemilik rumahnya kepepet membutuhkan uang. Tanpa pikir panjang, ika pun menuruti.

Begitu pelaku tidak pernah muncul dan memberikan kabar soal kelanjutan bisnis tersebut, Ika merasa curiga dan mengecek sertifikat rumah kontrakan yang digadaikan kepada dirinya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel. Ternyata oleh kantor BPN, sertifikat rumah itu dinyatakan palsu.

” Yang menjadi korban penipuan ini, ternyata bukan hanya saya sendiri, melainkan juga terdapat 16 orang korban lainnya,” kata Ika, sehingga akhirnya mereka bersama-sama melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pamulang.

Adapun kerugian yang diderita para korban dalam penipuan bisnis bodong ifu total mencapai Rp2 miliar. Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto saat dikonfirmasi masalah tersebut membenarkan kejadian tersebut. Dan pelaku, katanya sudah ditangkap.

“Pelaku sudah kami tangkap. Tetapi, karena kondisinya habis melahirkan, pelaku masih menjalani perawatan disalah satu rumah sakit. Sehingga prosesnya ditunda, tetapi untuk terduga pelaku lainnya yang diduga  terlibat sedang kami proses,” katanya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.