15 WNA Yang Diamankan Imigrasi Tangerang Dari Apartemen GWR Dan CDP Akan Dideportasi

oleh -
Imigrasi Tangerang
kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Imam Suyudi (kanan) dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang, Felucia Sengky Ratna (tengah).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Afrika terancam di deportasi. Pasalnya, saat mereka diamankan oleh Petugas Imigrasi Kelas 1 Tangerang di dua apartemen di daerah Serpong, Tangerang, Banten, tidak mampu menunjukkan dokumen resmi.

” Dari 15 orang ini, 10 orang tidak mampu menunjukkan dokumen resmi. Sedangkan lima orang diantaranya memiliki pasport, namun ijin tinggalnya sudah lewat atau overstay,” kata kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Imam Suyudi, Senin (27/1/2020).

Lebih jauh Imam Suyudi menjelaskan, ke 15 WNA itu diamankan oleh jajaran Imigrasi Tangerang saat melaksanakan pengawasan WNA pada Jumat (24/1/2020) lalu. “Ke 15 orang ini diamankan saat petugas Imigrasi Tangerang melakukan operasi di apartemen GWR dan CDP. Disana mereka sedang santai bermain handphone dan komputer,” katana

Ditanya soal aktivitas ke 15 orang itu, Imam menjelaskan masih dalam penyelidikannya. ” kita belim bisa menyimpulkan apa kegiatan mereka. Apakah kriminal atau kasus-kasus lainnya,” kata Imam sembari menambahkan ke 15 WNA yang ditangkap itu merupakan kasus yang pertama terjadi padatahun 2020.

BACA JUGA:

11 Warga Negara Asing Diangkut Imigrasi dari Kos-kosan Elit Tangerang

Senada pula dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tangerang, Felucia Sengky Ratna. Ia menambahkan sepanjang tahun 2019 lalu, WNA asal Nigeria yang di deportasi teratat sebanyak 565 orang, WN China 96 orang, dan WN Korea Selatan sebanyak 15 orang.

Mayoritas diantara mereka, kata Sengky melanggar Undang- Undamh Keimigrasian Republik Indonesia, yitu ijin tinggalnya sudah overstay. Selain itu, tambahnya, pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan terhadap 1 WN Bangladesh yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Lebih jauh Sengky mengatakan, tingginya angka pelanggaran Keimigrasian di Tangerang, pihaknya berharap peran serta masyatakat untuk melaporkan keberadaan WNA yang mencurigakan. Karena prinsip NKRI terhadap orang asing adalah Selective Policy.

“Artinya orang asing yang boleh tinggal dan berkegiatan di Indonesia ialah orang asing yang memberikan kesejahteraan bagi bangsa dan negara Indonesia (Prosperity Approach) dan tidak mengancam keamanan dan kedaulatan NKRI (Security approach),” kata Sengky. (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.