Lowongan Kerja Khusus Disabilitas di Kabupaten Serang Minim Peminat

  • Whatsapp
pekerja disabilitas
Kepala Disnakrtrans Kabupaten Serang, Setiawan.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Perusahaan milik pemerintah wajib mempekerjakan penyandang disabilitas dengan kuota 2 persen. Sedangkan perusahaan swasta wajib mempekerjakan disabilitas dengan porsi 1 persen. Hal ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

“Pada pasal 53 ayat 1 menyatakan Pemerintah, Pemda, BUMN, dan BUMD wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen dan perusahaan swasta memperkajakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, Banten, Setiawan di kantornya (4/12/2019).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, Kabupaten Serang memiliki kuota pekerja untuk penyandang disabilitas. Namun sampai saat ini, lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas itu, minim peminat. Terlihat belum adanya pemohon pembuatan kartu pencari kerja atau kartu kuning dari kalangan disabilitas.

Mengajukan pembuatan kartu kuning menjadi wajib bagi pelamar kerja. Namun hingga menjelang akhir tahun ini, kuota pekerja bagi penyandang disabilitas di sejumlah perusahaan di Kabuaten Serang belum terisi.

“Setiap penerimaan karyawan kuotanya ada (penyandang disabilitas), tapi tidak pernah terisi,” katanya kepada Redaksi24.com saat ditemui di Kantornya kawasan Ciceri, Sumurpecung, Kota Serang.

BACA JUGA:

. Disnaker Dorong Dindikbud Evaluasi Akreditasi SMKN di Banten

. Disnaker Kota Tangerang Targetkan 2020, Angka Pengangguran Turun 0,33%

Pengangguran Membludak, Pemprov Banten Dinilai Minim Inovasi

Pihaknya mengakui untuk kuota pekerja penyandang disabilitas belum secara aktif disosialisasikan. Namun sosialisasi secara pasif telah dilakukan, contohnya ketika perusahaan wajib lapor, dan Disnakertrans mengingatkan kepada perusahaan menganui kuota khusus untuk pekerja penyandang disabilitas.

“Sosialisasi langsung masih terbentur anggaran. Tapi kami akan sosialisasikan secara khusus,” imbuhnya.

Untuk pelatihan di Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), menurut Setiawan, sudah diberikan ruang khusus bagi penyandang disabilitas. Saat ini terdapat 16 orang penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan kerja di BLKI.

“Di BLKI sudah diberikan ruang khusus disabilitas, yaitu jurusan keterampilan listrik,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.