1300 KK Tergusur Jalur KA Rangkasbitung-Labuan Bakal Dapat Dana Kerahiman

  • Whatsapp
sosialisasi Jalur KA
Pihak terkait mulai menyosialisasikan reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan kepada warga terdampak.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Proses reaktivasi jalur Kereta Api (KA) jalur Rangkasbitung-Labuan akan memasuki pendataan penduduk terdampak penggusuran untuk lahan jalur KA. Berdasarkan catatan, ada sekitar 1.300 Kepala Keluarga (KK) terdampak yang akan mendapat dana kerahiman.

Ribuan KK tersebut diantaranya tersebar di Desa Kadomas dan Babakan. Kedua desa ini banyak terdampak karena banyak penduduknya yang menggunakan lahan di bantaran jalur rel kereta. Mulai Senin (14/10/2019) nanti tim BPN, Kementerian PUPR dan Dirjen Perkeretaapian akan melakukan pendataan dan mengukur jumlah lahan yang terdampak reaktivasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jakarta dan Banten Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan, Rouse Paulus kepada wartawan di Pandeglang Selasa (8/10/2019), setelah pendataan selesai, melalui tim independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dari Kementerian Keuangan akan mengeluarkan harga ganti yang harus dibayarkan kepada warga terdampak.

“Mudah-mudah pembayarannya bisa dilakukan awal tahun 2020, sehingga pembangunan konstruksi rel keretanya bisa langsung dilaksanakan. Rencananya awal tahun 2021 pembangunan konstruksi dimulai,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan Ditenggat 2022

. Tol Serang-Panimbang Seksi I Ditargetkan Selesai Akhir 2019

. Bangunan Stasiun Rangkasbitung Jadi Cagar Budaya

Hal serupa juga dikatakan Bupati Pandeglang Irna Narulita. Menurut Irna, masyarakat Pandeglang sudah lama menunggu reaktivasi jalur kereta ini. Karena dengan aktifnya kembali jalur kereta ini, perekonomian masyarakat akan terbantu.

“Kami juga akan mendorong setiap UMKM yang ada di Pandeglang harus menikmati dampak dari pembangunan yang telah direncanakan Pemkab Pandeglang. Ke depan akan banyak investor yang masuk ke Pandeglang. Sebab Pandeglang sudah masuk dalam kategori daerah maju,” ujarnya.

Pembangunan reaktivasi jalur KA sesi satu ini sepanjang 16,7 kilometer, mulai Rangkasbitung Kabupaten Lebak sampai Kadomas Kabupaten Pandeglang. Untuk sesi dua dari Saketi sampai Labuan dengan panjang totalnya sekitar 61.7 kilometer dengan lima stasiun pemberhentian.

“Dalam perubahan RTRW kami, nantinya dari Labuan akan tersambung dengan KA sampai ke Anyer. Itu masuk dalam program RPJMD kami,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.