12 Tahun Jadi Pramugara, Pria di Tangerang Ini Banting Setir Jadi Peternak Kambing

oleh -

TANGERANG,REDAKSI24.COM Menjadi seorang pramugara tentunya menjadi salah satu impian bagi para lelaki untuk meningkatkan perekonomian. Terlebih lagi saat ini moda transportasi udara kian berkembang di setiap pelosok dunia. 

Seorang pramugara tentu dapat menghasilkan banyak pundi uang. Bahkan bagi mereka yang suka bepergian. tak heran menjadi seorang pramugara menjadi cita-cita banyak orang.

Lalu bagaimana jika seorang pramugara banting setir atau beralih profesi menjadi seorang peternak kambing. Hal ini tentunya menjadi pilihan berat dalam hidup. 

Seperti yang dilakukan TB Ali Barata pria asal Kota Tangerang yang telah 12 tahun menjadi seorang pramugara. Bahkan dirinya pernah mendapat beasiswa belajar di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Namun hal itu tidak membuat Ali angkuh dan ingin tetap berkarir di dunia penerbangan. Dengan tabungan yang ia miliki Ali mencoba peruntungan baru dengan menjadi seorang peternak. 

Hasil jerih payahnya selama menjadi Pramugara ia gelontorkan untuk sebuah harapan baru. 

Kata Ali, setiap manusia harus memutuskan jalan hidupnya sendiri. Apalagi menurutnya manusia tidak bisa bekerja di satu perusahaan hingga akhir hayatnya. 

“Saya memilih untuk membuka peluang usaha. Memang si jauh dari profesi sebelumnya, tapi Insya Allah ini sebuah tantangan,” ujarnya saat dijumpai di kawasan Bogor, Jawa Barat. 

Menurut Ali, menjadi seorang pengusaha muda itu sangatlah berguna. Selain dapat menciptakan lapangan pekerjaan, Ali yakin usaha ternak kambing yang ia tekuni ini dapat menghidupi banyak orang. 

“Saya yakin kalau usaha saya ini banyak membantu orang. Selain itu dalam islam sudah jelas usaha ini dianjurkan,” ucapnya. 

Kandang kambing yang telah ia bangun dengan modal kurang lebih Rp. 300 juta ini sengaja dibuat saat Pandemi Covid 19. 

“Ini baru berjalan 4 bulan belakangan. Karena corona jadi pelihara kambing, apalagi usaha ini bisa menguatkan ketahanan pangan juga,” ucapnya. 

Bahkan menurut mantan pramugara maskapai Air Asia ini sebelum membuat peternakan kambing dirinya juga sudah berkecimpung di bidang usaha hewan ternak. 

“Saya juga garap jual -beli sapi, tapi rekanan dengan orang lain. Tapi sekarang saya beranikan untuk bisa membuka peluang saya sendiri,” ujarnya. 

Dia mengaku dapat bekerja di satu perusahaan besar atau asing bukanlah hal yang begitu membanggakan. Namun dia yakin dengan bisa membangun Ibu Pertiwi merupakan pilihan tepat bagi setiap orang. 

“Saya pernah bekerja di maskapai asing juga. Tapi ya memang menurut saya kembali ke kampung halaman dan membangun tanah kelahiran merupakan hal yang tepat,” katanya. 

Merawat Hewan Ternak Seperti Merawat Keluarga

Menurut Ali, usaha hewan ternak ini harus dilakukan dengan suka hati. Bahkan peternak pun harus rela membagi waktu dengan hewan ternaknya. 

“Ya kita anggap aja kambing atau hewan ternak yang kita miliki adalah keluarga kita. Jadi ya sepenuh hati,” ujarnya. 

Terlihat jelas Ali melakukan perawatan pada kambingnya. Dia menyuntikan vitamin bahkan mencukur bulu domba miliknya. 

Di atas lahan seluas 700 meter persegi yang berada di wilayah Gunung Bunder 1 ini Ali juga memberdayakan masyarakat sebagai pengurus hewan ternaknya. 

BACA JUGA: Protes Ternak Ayam, Aktivis Amsip Lempari Kantor DPMPTSP Pandeglang dengan Telur Busuk

Bagi Ali, dengan memberikan rezeki kepada orang dia yakin rezekinya pun akan bertambah. 

“Ada yang jaga dan urus sehari – harinya. Kalau saya paling bisa di akhir pekan, kandang ini sengaja saya buat agar ibu saya bisa menikmati masa tuanya,” jelasnya. 

Ali mengaku hewan ternak yang dipeliharanya nantinya akan dijual kepada masyarakat yang membutuhkan. 

“Ya seperti untuk qurban,  aqiqah dan para pedagang kambing,” ujarnya. 

Bahkan Ali mengaku rencananya dirinya akan mencari lahan kosong untuk dijadikan pasar hewan ternak. 

“Kalau ada lokasi khusus kan nanti masyarakat kalau cari untuk kebutuhan sembelih tidak perlu bingung lagi. Dan nantinya para pedagang juga tidak perlu menyewa lapaknya, hanya cukup menjaga,” kata dia. 

Ali berharap apa yang telah ia bangun saat ini bisa dapat bermanfaat bagi banyak orang. Apalagi saat Pandemi seperti ini, dirinya yakin bisa tetap bertahan dan terus berkembang. 

“Hanya keyakinan dan doa yang bisa saya lakukan saat ini. Yang terpenting kita usaha dulu, untuk hasil agar yang maha kuasa yang menentukan,” tukasnya. (Iqbal/Hendra)