12 Pegawai Pelaku Pungli Pelabuhan Pelindo II Dikenai Sanksi Tegas, 1 Dipecat

oleh -
pelaku pungli pelabuhan pelindo II dikenai sanksi tegas dipecat
Aktivitas Pelabuhan Peti Kemas - Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono dalam pernyataan pers di Jakarta, Jumat (18/6/2021) mengungkapkan, Pungli yang dimaksud di dalam kawasan pelabuhan adalah pemberian atau penerimaan uang di luar pungutan resmi jasa kepelabuhanan.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) atau Indonesia Port Corporation telah melakukan tindakan tegas terhadap 12 pelaku pungutan liar (Pungli) di kawasan pelabuhan yang dikelolanya.

Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono dalam pernyataan pers di Jakarta, Jumat (18/6/2021) mengungkapkan, Pungli yang dimaksud di dalam kawasan pelabuhan adalah pemberian atau penerimaan uang di luar pungutan resmi jasa kepelabuhanan.

“Kami sejak dahulu selalu berkomitmen dan konsisten menghapus Pungli dari kawasan pelabuhan yang kami kelola,” tegasnya.

Ia menjelaskan, satu operator yang mendapat tindakan tegas merupakan pekerja alih daya atau outsourcing di Terminal Peti Kemas Koja. Pelaku ditindak tegas setelah terlibat dalam kasus video viral pungli tahun 2017.

“Pekerja tersebut merupakan pekerja PT PBM Olah Jasa Andal dan telah ditindak dengan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” tegasnya.

BACA JUGA: Puluhan Preman Pelabuhan Merak Cilegon Diamankan Polisi

Kemudian, tiga pekerja lainnya yang juga mendapat tindakan terdiri dari 1 operator alih daya, 1 supervisor alih daya, dan 1 sekuriti di Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok yang terlibat dalam aksi pungli pada 2017-2018.

“Ketiganya ditindak dengan dikembalikan ke perusahaan penyalurnya,” jelas Arif.

Selanjutnya, delapan orang lainnya yang ditindak ialah pekerja alih daya di JICT yang merupakan supervisor dan operator RTGC. Kedelapan orang tersebut merupakan pekerja PT Multitally Indonesia. Mereka telah ditindak dengan dikembalikan ke perusahaan asal.

Arif menegaskan, IPC sangat mendukung pemberantasan pungli dengan cara bersinergi dengan berbagai pihak regulator di lingkungan wilayah pelabuhan. IPC juga mengoptimalkan layanan melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.

“Jadi proses pelayanan akan menggunakan sistem yang diatur melalui control tower dan operator hanya menjalankan. IPC mewujudkan pelabuhan bersih dengan melakukan patroli gabungan dengan kepolisian,” katanya.

Ia menambahkan, IPC mewujudkan pelabuhan bersih juga dengan menyiapkan layanan saluran pengaduan whistleblowing system (WBS) yang dapat diakses seluruh pemangku kepentingan pelabuhan.

Pengaduan bisa diakses melalui: SMS/Whatsapp: 0811 933 2345/0811 9511 665, telepon 021 27823456, faksimili 021 27823456, email [email protected], dan website https://ipcbersih.whistleblowing.link/.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.