12 Gurandil Diperiksa Satgas PETI Polda Banten

oleh -
Polda Banten pasang garis polisi di tambang emas.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Sedikitnya 12 orang penambang emas alias gurandil diamankan Satuan Tugas Penambangan Tanpa Izin (Satgas PETI) Polda Banten. Mereka diamankan guna dimintai keterangan terkait dugaan aktivitas ilegal tambang emas yang diduga menjadi penyebab dari bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang 6 Kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para gurandil tersebut diduga sebagai penambang aktif yang melakukan penambangan di 4 titik lokasi di Kampung Cikomara, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong, dan di Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, serta di Kampung Tajur, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.

BACA JUGA:

Pasca Banjir Bandang Dan Longsor, Muncul Penampakan Kota Biru di Lebak

Tersebar 100 Tambang Emas Ilegal di Kawasan Gunung Halimun Salak

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Agung Sabar Santoso mengatakan, pemeriksaan ke 12 Gurandi itu merupakan hasil dari penyelidikan dan investigasi Satgas PETI terhadap aktivitas penambangan ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

” Empat tambang yang berada di Kecamatan Lebakgedong dan Cipanas sudah kami tutup dengan garis polisi. Dan ke 12 orang yang diduga gurandil sedang kami periksa,” kata Kapolda kepada Redaksi24.com, Senin (20/1/2020).

Para gurandil tersebut, tambahnya, merupakan pekerja yang bertugas untuk memecahkan urat emas dari batu menjadi serbuk dengan upah sekira Rp. 25 ribu perkarung. Sementara itu, katanya pemilik tambang emas, masih dalam pengejaran petugas.

” Saat ini kami sedang melakukan pengejaran terhadap para pemilik tambang emas itu,” kata dia. (Yusuf/ Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.