100 Perempuan dan Anak di Kota Tangerang Menjadi Korban Kekerasan

oleh -
Ilustrasi: kekerasan yang terjadi pada anak.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 100 perempuan dan anak di bawah umur di Kota Tangerang, Banten, menjadi korban kekerasan. Jumlah tersebut tercatat di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang, sejak Januari hingga September 2021.

Dari 100 korban yang terdata, 41 korban merupakan perempuan dewasa, 41 korban anak perempuan dan 18 korban lainnya anak laki-laki.

“Yang paling banyak menjadi korban kekerasan itu perempuan dewasa dan anak perempuan, masing-masing berjumlah 41 orang,” ujar Tuti Subarti, Satgas P2TP2A Kota Tangerang, Kamis (23/9/2021).

Tuti menjelaskan 100 korban yang terdata dari 90 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini terjadi di kota Tangerang. “Kekerasan anak itu mayoritas adalah pencabulan, dengan 16 kasus. Lalu ada persetubuhan anak, bullying dan lain sebagainya,” jelasnya.

BACA JUGA: Kementerian PPPA Sinetron “Suara Hati Istri Zahra” Langgar Hak Anak

“Sementara untuk kekerasan terhadap perempuan meliputi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan fisik, pelantaran dan lainnya,” imbuhnya.

Menurut Tuti, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak biasanya tidak hanya menimbulkan satu korban saja. Melainkan dua sampai tiga orang korban. Jadi 100 korban itu bukan berarti 100 kasus,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.