100 Masjid di Tangsel Mulai Laksanakan Sholat Jumat, Jamaah Wajib Bermasker

  • Whatsapp
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Abdul Rojak.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Sebanyak 100 masjid di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali melaksanakan sholat Jumat berjamaah pada Jumat (5/6/2020). Pembukaan kembali sholat berjamaah tersebut, setelah mendapat persetujuan dari gugus tugas penanganan Covid-19 Tangsel.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel Abdul Rojak mengatakan, 100 masjid tersebut tersebar merata di tujuh kecamatan.

Bacaan Lainnya

“Di Tangsel, dari 630 masjid, sampai hari ini sudah ada 100 masjid dari tujuh kecamatan yang melaksanakan sholat Jumat berjamaah. Karena surat rekomendasi dari gugus tugasnya. Seperti Masjid Raya Bintaro Raya, Masjid At-Taqwa dan lainya. Sudah banyak ko,” katanya melalui telepon seluler, Jumat (5/6/2020).

Rojak menjelaskan, selain masjid, tempat ibadah seperti gereja pun sudah ada yang mengajukan dan dapat membuka ibadah untuk para jemaatnya. “Gereja juga sudah. Terpantau misalnya gereja di Setu ada satu, di Bintaro ada dua gereja katolik, di Pamulang ada tiga yang mengajukan surat,” jelasnya.

Rojak menuturkan, pelaksanakan sholat dan ibadah berjamaah itu harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19 sesuai surat edaran Menteri Agama nomor 15 tahun 2020.

“Bagi masjid yang buka, harus mematuhi protokol kesehatan seperti fasilitas cuci tangan, suhu tubuh, serta jamaah harus yang berdomisili di alamat sekitar masjid. Sedangkan untuk lansia, dianjurkan shalat di rumah karena rentan. Selesai sholat langsung bubar, ditutup dan dikunci lagi. Tidak boleh ada kegiatan lainnya,” tuturnya.

Rojak menegaskan, para jamaah yang ingin melaksanakan sholat berjamaah wajib menggunakan masker dan pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) harus menindak tegas jika ada yang bandel, tidak bermasker.

“Jamaah wajib bermasker. Masker paling penting untuk mencegah penularan. DKM juga harus menyediakan. Kalau ada jamaah yang menolak pakai masker, suruh pulang. DKM harus tegas,” ungkapnya dengan tegas. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.