10 Jam Telantar, Ribuan Anak Yatim di Pandeglang Tertipu Santunan Bodong

  • Whatsapp
santunan yatim pandeglang
Ribuan anak yatim di Pandeglang telanatr selama 10 jam menunggu panitia pelaksana santunan yang tak kunjung tiba.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ribuan anak yatim dari beberapa kecamatan ditelantarkan oknum koordinator santunan anak yatim piatu, di Masjid Jamiatul Ikro Kampung Laba, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Acara kegiatan santunan tersebut ternyata hoax alias bodong.

Menurut informasi yang dihimpun Redaksi24.com ribuan anak yatim piatu yang dikumpulkan di Masjid Jamiatul Ikro tersebut berasal dari Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kecamatan Panimbang, Cigelis dan Cibaliung. Para anak yatim tersebut dijanjikan akan diberikan santuan dari donatur yang tidak diketahui asal usulnya.

Bacaan Lainnya

Selama kurang lebih 10 jam anak-anak yatim tersebut ditelantarkan panitia santunan di lingkungan masjid yang dijadikan tempat kegiatan santunan tersebut. Hingga waktu menjelang maghrib, pihak pelaksana santunan tak kunjung tiba.

Bahkan, koordinator santunan anak yatim piatu berinisial EJ, yang juga warga Desa Cigondang menghilang, dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. Akhirnya, para peserta santunan memutuskan pulang ke rumahnya masing-masing.

BACA JUGA: Warga Cigondang Pandeglang Kalang Kabut Dilanda Isu Tsunami

Salah seorang Marbot Masjid Jamiatul Ikro Kampung Laba, Desa Cigondang, Nardi menjelaskan, mulanya ada seorang warga Cigondang berinisial EJ, meminta izin untuk menggelar kegiatan santunan anak yatim di masjid tersebut.

Nardi lantas menyarankan Ej untuk meminta izin kepada pengurus DKM. Karena dirinya tidak bisa memberikan izin begitu saja tanpa ada persetujuan DKM.  “Saya tanya kapan dan jam berapa, kata dia (EJ) besok (Senin) sekitar jam 9:00 WIB. Kemudian saya pastikan lagi benar apa tidak akan ada santunan,  dan berapa jumlah pesertanya, dia menjawab lagi anak yatimnya se Kecamatan Labuan,” jelas Nardi, saat ditemui di Masjid Jamiatul Ikro, Selasa (14/7/2020).

Lanjut Nardi, pada saat hari pelaksanaan, ternyata anak yatim piatu itu bukan hanya dari Kecamatan Labuan, tetapi dari luar Labuan juga datang cukup banyak, mulai dari Panimbang dan kecamatan lainnya. Jumlahnya diperkirakan lebih dari seribu orang.

Sejak pukul 09:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB, ribuan anak yatim tersebut menunggu panitia pelaksana santunan. Tapi hingga sore, panitia pelaksana kegiatan tidak kunjung tiba. “Bahkan koordinatornya juga menghilang dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya,” ungkapnya.

Senada disampaikan seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Dia menyebut, tiga keponakannya juga dijanjikan akan mendapatkan santuan. “Kasihan anak-anak yatim, seharian ditelantarkan tanpa dikasih makan dan minum. Bahkan tidak sedikit yang masuk angin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Cigondang, Kecamatan Labuan, Cepi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui di Kampung Laba ada kegiatan santunan anak yatim. Karena tidak ada laporan dari panitia pelaksana, baik oepda RT RW maupun kepada aparatur desa.

“Saya tahunya sekitar pukul 16:00 WIB saat staf desa mengabarkan ada sekitar seribu anak yatim yang dikumpulkan seorang warga berinisial EJ untuk diberikan santunan,” ujarnya.

BACA JUGA: Tiga Rumah Warga Pandeglang Terbakar, Empat Orang Terluka

Cepi bersama sejumlah tokoh desa lainnya langsung bergegas ke lokasi. Ternyata benar ribuan anak yatim berkumpul, bahkan sudah ada pula yang kelelahan, karena tidak ada yang memberi makan dan minum.

“Kami berembuk dengan tokoh warga dari beberapa kecamatan yang ada di lokasi, dan akhirnya diputuskan bubar, karena dikabarkan koordinatornya (EJ) itu kabur,” jelasnya.

Cepi menyatakan, pihaknya bersama sejumlah warga lainnya sedang mencari EJ untuk dimintai pertanggungjawabannya. “Anak yatim yang ditelantarkan mencapai 1000 orang, dari desa kami ada sekitar 200 orang yang dijanjikan EJ mendapat santunan,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.