1 Jamaah Haji Kabupaten Tangerang Pulang Hanya Tinggal Nama

oleh -
1 Jamaah Haji Kabupaten Tangerang Pulang Hanya Tinggal Nama
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang, Ade Baijuri kepada wartawan Rabu (20/7/2022) mengatakan, sejak Selasa (19/7/2022), sebanyak 389 jamaah haji kloter 05-JKG asal Kabupaten Tangerang, telah kembali ke kampung halamannya masing-masing.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 384 jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 18 JKG asal Kabupaten Tangerang, Banten, dijadwalkan kembali ke tanah air pada (25/7/2022) nanti. Namun 1 diantaranya pulang hanya tinggal nama lantaran meninggal dunia di Tanah Suci Mekah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang, Ade Baijuri kepada wartawan Rabu (20/7/2022) mengatakan, sejak Selasa (19/7/2022), sebanyak 389 jamaah haji kloter 05-JKG asal Kabupaten Tangerang, telah kembali ke kampung halamannya masing-masing.

“Kloter 18 asal Kabupaten Tangerang akan tiba pada 25 Juli sebanyak 384 orang, namun ada jamaah yang meninggal satu orang. Jadi yang pulang sebanyak 383 orang,” ujar Ade.

Ade menyebutkan, sebelum pulang ke rumah masing-masing, ratusan jamaah haji asal Kabupaten Tangerang telah melakukan serangkaian pengecekan administrasi dan pemeriksaan kesehatan di Debarkasi Pondok Gede Bekasi.

Para jamaah haji itu langsung diserahkan ke pemerintah daerah melalui Kantor Kemenag setempat untuk dipulangkan ke kampungnya masing-masing.

BACA JUGA: Jelang Subuh, Wabup Tangerang Lepas 384 Jamaah Calon Haji Kloter 18

“Semua jamaah haji telah dinyatakan sehat dan lolos pemeriksaan di Debarkasi Jakarta. Kemudian mereka diserahkan untuk perjalanan pulang ke Kabupaten Tangerang dan kami langsung atur jamaah untuk pulang ke kediaman masing-masing,” jelasnya.

Ade berharap seluruh jamaah haji asal Kabupaten Tangerang menjadi haji mabrur dan menjadi pribadi yang teladan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau kondisi kesehatan jamaah haji selama 14 hari setelah kembali ke Tanah Air.

Menurut Hendra, pemantauan kesehatan sebagai deteksi dini dari pemerintah daerah terhadap penyakit menular, seperti COVID-19 yang berpotensi meningkatkan kasus aktif tertular virus corona.

“Nanti kami beri kartu pengendalian penyakit untuk diserahkan kepada puskesmas dalam jangka waktu 14 hari ke depan,” tandasnya.(Deri/Difa)