1.747 Rumah Terendam, 14 Jembatan Terputus, Beberapa Orang Hilang Akibat Banjir Bandang di Lebak

  • Whatsapp
Rumah Terendam banjir bandang di lebak
Suasana lokasi banjir bandang Lebak.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak menyebut terdapat 1.747 rumah yang terendam akibat bencana alam banjir bandang di 6 Kecamatan di Kabupaten Lebak.
Ke 6 Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sajira, Cipanas, Lebak Gedong, Cimarga, Curugbitung, dan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Banjir bandang terdasyat yang pernah menerjang Kabupaten Lebak ini telah merusak ratusan rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur jalan dan jembatan penghubung. Tercatat, terdapat 135 rumah warga yang mengalami rusak berat, 185 rusak ringan, dan 14 jembatan penghubung putus, serta jalan amblas sepanjang 40 meter di Kecamatan Cipanas.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi menjelaskan, selain merusak ratusan rumah dan sarana infrastruktur, banjir bandang juga telah menelan 6 korban jiwa tertimbun lonsor. Dari jumlah tersebut, 1 orang diantaranya meninggal dunia dan 5 orang lainnya belum diketahui nasibnya. ” Ini terjadi di Kecamatan Lebak Gedong,” kata dia.

Lebih jauh Kaprawi mengatakan, pihaknya kesulitan melaku evakuasi, karena kondisi di lapangan yang saat ini padam listrik, dan keterbatasan sinyal, sehingga menghamat penyaluran Informasi para relawan. ” kami belum bisa memastikan data korban,
Karena keterbatasan Informasi,” kata Kaprawi kepada Redaksi24.com, Kamis (2/1/2020).

BACA JUGA:

2 Warga Lebak Gedong Yang Dilaporkan Terseret Banjir Bandang Dalam Pencarian

Bupati Lebak: Banjir Bandang Dampak Buruknya Vegetasi Hutan Di TNGHS

Selain itu, terdapat dua warga yang hilang terbawa banjir bandang atas nama Arsan (50), dan Rizki (8) warga Kampung Bungawari, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong.

” Kedua warga tersebut diketahui hanyut bersama rumah mereka, dan hingga kini masih belum diketahui keberadaannya,” tandasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.