1.500 Hektar Sawah di Kabupaten Tangerang Kekeringan, 200 Hektar Padi Gagal Panen

  • Whatsapp
Sawah di Kabupaten Tangerang Kekeringan
ilustrasi tanaman padi yang terancam puso lantaran kekurangan pasokan air

REDAKSI24.COM – Musim kemarau panjang berdampak pada tandusnya area persawahan di Kabupaten Tangerang. Sekitar 1.500 hektar sawah, kini tak lagi produktif akibat kekeringan. Seluas sekitar 200 hektar tanaman padi bahkan mengalami gagal panen alias puso.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang yang diperoleh Redaksi24.com, Senin (19/8/2019) menyebutkan, tanaman padi yang terdampak kekeringan seluas 1.560 hektar.

Bacaan Lainnya

Dari jumlah itu, kategori 660 hektar sawah mengalami kekeringan ringan, 411 hektar sawah kekeringan sedang, dan 288 hektar sawah kekeringan berat. Hingga ada yang mengalami gagal panen atau puso seluas 201 hektar. Bahkan, luas sawah yang terdampak kekeringan bertambah menjadi 115 hektar dari minggu sebelumnya.

“Kami telah melakukan berbagai cara untuk meminimalisir dampak kekeringan, khususnya persawahan padi. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan SDA, BPBD, Penanggung jawab UPSUS (Upaya Khusus) ke Pertanian dan Kodim 0510 Tangerang,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Azis Gunawan, Senin (19/8/2019).

Ia menjelaskan, area persawahannya yang mengalami kekeringan tersebar di 25 kecamatan, yakni Cisoka, Solear, Tigaraksa, Jambe, Cikupa, Panongan, Curug, Legok, Pagedangan, Cisauk, Pasar Kemis, Sindang jaya, Balaraja, Jayanti, Sukamulya, Kresek, Gunung Kaler, Kronjo, Mekar baru, Mauk, Kemiri , Rajeg, Sepatan, Pakuhaji, Teluknaga dan Kosambi.

BACA JUGA:

. Warga Sudirman Tigaraksa Dilanda Kekeringan

. Kemarau, Pemkab Tangerang Bagikan Puluhan Pompa Air

. 14 Kecamatan di Lebak Rawan Kekeringan

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengakui, saat ini kekeringan sudah melanda beberapa kawasan Kabupaten Tangerang. Kondisi itu, kata dia, terjadi hampir setiap tahun setiap musim kemarau.

Namun, Zaki menyebut, Pemkab Tangerang tidak pernah tinggal diam dan selalu berupaya melayani kebutuhan air bersih, tidak hanya untuk masyarakat, tapi  juga untuk kebutuhan persawahan dan perkebunan di Kabupaten  Tangerang.

“Yang terdampak kekeringan mayoritas kawasan Pantura, saya sendiri sudah melihat langsung kondisinya, mudah-mudahan kami bisa mengatasi dengan baik bersama dinas terkait,” tandasnya. (Ricky/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.