1.439 Warga Kota Tangerang Tes Swab Massal, 283 Orang Positif COVID-19

oleh -
tes swab massal tes usap swab antigen pemkot tangerang penderita covid-19 berburu covid-19 wali kota tangerang arief r wismansyah
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang akan terus melanjutkan perburuan COVID-19 dengan menggelar tes swab antigen. Tes usap kembali dilakukan dengan sasaran titik keramaian untuk menekan penularan.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, saat ini tengah berburu penderita COVID-19 melalui tes swab antigen. Hasilnya, dari 1.439 warga yang dilakukan tes usap secara acak, diperoleh 283 orang dinyatakan positif corona.

“Mereka yang positif COVID-19 dengan kategori OTG (orang tanpa gejala),” ungkap Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menyebutkan dari hasil swab antigen atau tes usap Rabu (7/7/2021).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, kata Arief, akan terus melanjutkan perburuan COVID-19 dengan menggelar tes swab antigen. Tes usap kembali dilakukan dengan sasaran titik keramaian untuk menekan penularan.

Kepada warga yang diketahui positif, lanjut Arief, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui PCR dan disarankan untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah dengan pemberian obat.

“Tujuannya adalah agar penularan dapat dicegah dan kasus lonjakan COVID-19 dapat ditekan,” katanya.

BACA JUGA: Pemkot Tangerang Berburu Penderita COVID-19 Lewat Swab Antigen

Kemudian kegiatan swab massal kembali dilakukan pada hari ini, Rabu (7/7/2021) dengan sasaran sejumlah lokasi yang potensi terjadinya penyebaran COVID-19. Target yang dicanangkan 4.000 orang sehari.

“Kami bahkan naikkan target 5.000 orang sehari (tes swab antigen). Kami laksanakan bertahap,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Liza Puspadewi menambahkan, pemeriksaan tes swab antigen ini sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 di kota berjuluk akhlakul kharimah yang terus melonjak.

Pihaknya meminta masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (Prokes) dan tetap berada di rumah bila tak ada urusan mendesak. “Sebab lonjakan kasus (COVID-19) masih terus terjadi,” jelasnya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.